Keutamaan Bulan Rajab
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan setinggi-tingginya ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang pada malam hari ini telah mempertemukan dan mengumpulkan kita di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat, untuk memperingati peristiwa yang sangat agung dan mulia, yaitu Isra dan Mi’raj junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Mudah-mudahan dengan terselenggaranya acara ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan semoga tempat ini menjadi tempat yang diberkahi serta senantiasa dalam pemeliharaan-Nya.
Puji dan syukur juga kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kembali memberi kita kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Rajab, untuk kesekian kalinya dalam hidup kita. Mudah-mudahan Rajab tahun ini menjadi Rajab yang terbaik di antara Rajab-Rajab yang pernah kita lalui.
Keutamaan Bulan Rajab
Imam Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah menuliskan dalam salah satu kitabnya bahwa kata Rajab tersusun dari tiga huruf:
-
Ra (ر) yang bermakna Rahmatullah, yaitu rahmat Allah.Oleh karena itu, bulan Rajab sering disebut sebagai Rajabul Ashab, yaitu bulan yang dipenuhi curahan rahmat Allah kepada kaum muslimin dan muslimat. Rahmat Allah berarti kasih sayang Allah, yang pada bulan Rajab ini dicurahkan begitu luas kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Pada bulan ini pula, Allah memberikan banyak ampunan, bahkan terkadang tanpa kita sadari, tanpa kita banyak beristighfar, tanpa kita mengakui dosa-dosa kita, Allah mengampuni kita karena rahmat-Nya. Inilah sebabnya Rajab disebut sebagai bulan yang penuh rahmat.
-
Jim (ج) yang bermakna Judullah, yaitu kemurahan Allah.Maksudnya, pada bulan Rajab amal kebaikan dilipatgandakan. Jika pada bulan biasa satu kebaikan dibalas sepuluh, maka pada bulan Rajab bisa dilipatgandakan hingga tiga puluh kali atau lebih. Inilah kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
-
Ba (ب) yang bermakna Birrullah, yaitu kebaikan Allah.Artinya, Allah menyampaikan berbagai kebaikan dunia dan akhirat kepada hamba-Nya, bahkan tanpa hamba itu melakukan sesuatu, tanpa usaha, dan tanpa merasakannya secara langsung. Pada bulan Rajab, banyak kebaikan yang sampai kepada kita semata-mata karena karunia Allah.
Doa dan Amalan di Bulan Rajab
Imam Wahab bin Munabbih rahimahullah berkata bahwa ia membaca dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah, bahwa:
“Barang siapa di bulan Rajab membaca doa:Allahummaghfir li warhamni wa tub ‘alayyasebanyak 70 kali pada pagi hari dan 70 kali pada sore hari, maka ia akan wafat tanpa disentuh oleh api neraka.”
Ini adalah salah satu bentuk rahmat Allah yang besar di bulan Rajab.
Para wali Allah dan orang-orang ahli ibadah pada bulan Rajab memperbanyak amalan mereka: istighfar, sedekah, memberi makan orang lain, dan berdoa lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Di antara doa-doa mereka adalah doa untuk kita, kaum muslimin dan muslimat.
Di tengah malam, para wali Allah bermunajat:
“Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, lapangkan rezeki mereka, perbaiki kehidupan mereka, dan jadikan anak keturunan mereka anak-anak yang shalih.”
Doa-doa inilah yang kebaikannya sampai kepada kita, meskipun kita tidak melakukan apa-apa. Inilah yang disebut Birrullah, kebaikan murni dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena itu, sebagian ulama menyebut bulan Rajab sebagai Syahrul Istighfar, bulan untuk memperbanyak memohon ampun, karena pintu ampunan Allah dibuka lebih luas dibanding bulan lainnya.
Isra Mi’raj dan Pentingnya Ilmu
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. Al-Isra: 1)
Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diperlihatkan padang mahsyar, surga beserta isinya, dan neraka beserta isinya.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa beliau diperlihatkan neraka, dan ternyata kebanyakan penghuninya adalah orang-orang yang fakir. Para sahabat bertanya, “Apakah yang dimaksud fakir itu fakir harta?”
Rasulullah menjawab, “Bukan, tetapi fakir ilmu.”
Artinya, kebanyakan penghuni neraka adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu. Amal tanpa ilmu akan tertolak. Shalat tanpa ilmu, haji tanpa ilmu, muamalah tanpa ilmu—semuanya bisa tertolak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena itulah Rasulullah ﷺ bersabda:
“Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim.”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Tidak ada alasan untuk tidak berilmu, karena di akhirat kelak, kebodohan bukanlah alasan yang diterima.
Keutamaan Ilmu
Para ulama mengatakan bahwa ilmu terdiri dari tiga huruf: ‘Ain, Lam, dan Mim.
-
‘Ain (Inayatullah) – pertolongan Allah.Orang yang berilmu pasti mendapatkan pertolongan Allah.
-
Lam (Luthfullah) – kelembutan Allah.Musibah sebesar apa pun akan terasa ringan bagi orang yang berilmu, karena disertai kelembutan Allah.
-
Mim (Mahabbatullah) – kecintaan Allah.Allah tidak memberikan ilmu kecuali kepada orang yang Dia cintai. Jika hati kita dibuka untuk menghadiri majelis ilmu, itu tanda kita dicintai Allah.
Penutup
Semoga kita termasuk orang-orang yang hidup bersama ilmu dan wafat dalam keadaan membawa ilmu.
Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar