Mencintai Rasulullah ﷺ: Membasahi Lisan dengan Selawat dan Meneladani Akhlaknya
1. Pembukaan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم ِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُه ُ Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Wash-shalātu was-salāmu ‘alā Sayyidinā wa Maulānā Muḥammadin, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa man wālāh. Amma ba‘du. 2. Bekal Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya Allah Swt. berfirman: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Aḥzāb [33]: 56). Ibu-ibu yang dirahmati Allah, saya ingin mengajak kita semua merenungkan sebuah kisah tentang kecintaan kepada Rasulullah ﷺ . Suatu hari, Rasulullah ﷺ sedang duduk bersama para sahabat. Mereka berkumpul untuk belajar, mendengarkan nasihat, dan memperdalam ajaran Islam. Suasananya te...