3 WASIAT JIBRIL

 


Dr. H. Taufik Abdillah Syukur, Lc., MA

 

إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَ بَعْدَه. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ وَبَلَّغَ النَّبِيُ الكَرِيْمُ وَ نَحْنَ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ  وَ الشَّاكِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

Mari kita tundukkan hati sejenak, memuji dan bersyukur kepada Allah SWT atas hembusan napas yang masih mengalir, atas detak jantung yang masih berdenyut, dan atas nikmat iman serta Islam yang masih kokoh di dalam dada. Di hari yang mulia ini, di rumah Allah yang suci ini, kita kembali diberi kesempatan untuk bersimpuh, bersujud, dan memperbaiki diri.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Pemimpin para nabi, teladan utama dalam menjalani kehidupan, dan guru terbaik dalam mempersiapkan bekal menuju kematian.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita terus berikhtiar meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan yang sebenar-benarnya—yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya—sebab ketakwaan itulah satu-satunya pakaian terbaik yang akan kita bawa saat menghadap-Nya kelak.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita buka mata hati kita untuk merenungkan sebuah pesan langit yang sangat agung. Sebuah nasihat penembus jiwa yang disampaikan oleh Malaikat Jibril AS kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda:

أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَل مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

"Malaikat Jibril datang kepadaku, lalu berkata, 'Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mendapatkan balasan atas perbuatanmu.'" (HR. Al-Hakim)

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Mari kita renungkan kalimat demi kalimat dari hadits ini. Ketika Malaikat Jibril berkata "Hiduplah sesukamu," "Cintailah sesukamu," dan "Berbuatlah sesukamu," kalimat ini bukanlah lampu hijau atau izin dari Allah agar kita hidup bebas tanpa batas, menuruti hawa nafsu secara membabi buta.

Tidak, jamaah sekalian! Kalimat ini adalah Tahdid—sebuah peringatan yang sangat keras dan tegas. Kalimat ini seolah-olah mengetuk pintu hati kita yang sedang lalai dan berkata: "Silakan engkau lari dari aturan Allah, silakan engkau kejar dunia ini hingga melupakan ibadahmu, tetapi ingat... semua itu ada ujungnya! Ada akhir yang pasti, ada perpisahan yang memilukan, dan ada pengadilan akhirat yang tidak bisa engkau hindari."

Nasihat Jibril AS ini membawa tiga kepastian mutlak yang wajib kita jadikan bahan muhasabah pada siang hari ini.

Kepastian yang pertama: Kehidupan kita pasti akan berakhir dengan kematian.

عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ

hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau pasti akan mati.

Tidak peduli seberapa kaya kita saat ini, seberapa tinggi jabatan yang kita genggam, atau seberapa sehat fisik yang kita banggakan, kita semua sedang mengantre di lorong waktu yang sama menuju satu pintu: Kematian.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia telah memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali Imran: 185)

Mari kita tanyakan pada diri kita sendiri: Jika maut itu datang menjemput kita malam nanti, atau bahkan sesaat setelah kita keluar dari masjid ini, bekal apa yang sudah kita siapkan? Apakah shalat kita sudah cukup layak untuk ditunjukkan kepada Allah? Ataukah kita masih sibuk menumpuk dosa dan menunda-nunda taubat?

Kepastian yang kedua: Kita pasti akan berpisah dengan apa dan siapa pun yang kita cintai.

Jibril AS mengingatkan:

وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ

"Cintailah siapa saja yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya."

Kita mencintai istri kita, anak-anak kita, orang tua kita, harta-benda kita, dan rumah megah kita. Namun, demi Allah, semua itu sifatnya sementara. Suatu hari nanti, entah kita yang akan melangkah pergi meninggalkan mereka ke liang lahat, atau mereka yang akan menurunkan jasad kita ke dalam tanah, lalu meninggalkan kita sendirian dalam kegelapan kubur.

Saat kain kafan sudah membalut tubuh, tidak ada lagi pakaian bermerek yang bisa kita banggakan. Tidak ada lagi kunci mobil mewah di saku kita. Tidak ada lagi gelar kehormatan yang dipanggil. Kita akan sendiri. Hanya ditemani sepi, dan amal perbuatan kita.

Kepastian yang ketiga: Setiap jengkal perbuatan kita pasti akan diadili dan dibalas.

Jibril AS menutup nasihatnya dengan kalimat:

وَاعْمَل مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

 "Berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mendapatkan balasan atas perbuatanmu."

Dunia ini adalah ladang tempat kita menanam, dan akhirat adalah waktu memanen. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, walau hanya sekadar senyuman tulus atau selembar uang yang kita sedekahkan dengan ikhlas, Allah tidak akan pernah melupakannya. Sebaliknya, sekecil apa pun kezaliman yang kita perbuat, setiap tetes air mata orang yang kita sakiti, setiap harta haram yang kita masukkan ke dalam perut kita, semua tercatat rapi di dalam kitab amal yang akan dibuka di yaumul hisab.

Allah SWT mengingatkan dengan sangat bergetar:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَال ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَال ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,

Waktu kita di dunia ini sangat singkat. Jangan sampai kita menjadi orang yang bangkrut di akhirat—orang yang menyangka hidupnya akan selamanya, lalu abai mempersiapkan diri.

Mari kita jadikan momentum shalat Jumat ini untuk berbenah. Bersihkan hati dari kesombongan, basuh diri dengan taubat yang nasuha, perbaiki hubungan dengan sesama manusia, dan tingkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita, mengampuni dosa-dosa masa lalu kita, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاَوتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ أَقوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِه الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

فيا عباد الله اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ  للّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالـْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْـمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ زَمَان وَ فِي مَكَانٍ.  اللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّة سيدنا اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّة سيدنا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ أنصرأُمَّة سيدنا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ سيدنا مُحَمّد رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِوَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sambutan perpisahan kelas 6

MENJAGA KEHALALAN REZEKI DAN KEMURNIAN AMAL

3 Golongan masuk surga tanpa di hisab