KHUTBAH IEDUL FITRI 1447 H/ 2026 M
Dr. H. Taufik Abdillah Syukur, Lc., MA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر (x9) وَلِلّهِ الحَمْدُ. الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْن وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْر الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضيافة و فَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رسول الله صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن، وَعَلىَ آلهِ وَأَصْحَابِه أجمعين، فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ وَبَلَّغَ النَّبِيُ الكَرِيْمُ وَ نَحْنَ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَ الشَّاكِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
Pertama–tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan ni’mat-Nya sehingga kita dapat berkumpul di masjid jami’ al-Hidayah yang penuh berkah ini untuk menunaikan ibadah shalat Iedul Fitri berjama’ah.
Shalawat dan salam marilah kita junjungkan kepada Nabi Muhammad Saw, Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Saw pada hari la yanfau malun wala banun illa man atallaha biqolbin salim.
Mengawali khutbah ini, Khatib berwasiat kepada kita semua agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan melakukan kewajiban dan meninggalkan seluruh larangan-Nya dan janganlah kita mati kecuali dalam keadaan Islam. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita taufik dan hidayah-Nya agar kita bisa Istiqomah dalam takwa sampai akhir hayat kita dan kita mati dalam keadaan husnul khotimah. Amin Ya Robbal Alamin.
Ma’asyirol Muslimin Rahimakullah …
Bulan Ramadhan baru saja berlalu, meninggalkan kita dengan perasaan yang bercampur antara bahagia dan sedih. Bahagia, karena kita telah diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah di bulan yang penuh keberkahan itu. Namun, di sisi lain, ada rasa sedih yang menyelimuti hati. Ramadhan, bulan di mana amal kebaikan dilipatgandakan, di mana rahmat dan ampunan Allah begitu dekat, telah pergi meninggalkan kita.
Kesedihan ini semakin mendalam ketika kita menyadari bahwa belum tentu kita akan kembali bertemu dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Kita tidak tahu apakah masih diberi umur panjang untuk kembali merasakan indahnya suasana ibadah di bulan suci ini. Sedangkan banyak peluang berharga yang Allah berikan di bulan ini, namun banyak yang kita sia-siakan begitu saja.
Kita menjalani hari demi hari seakan waktu akan selalu ada untuk kita. Seakan umur ini panjang, seakan kesempatan tidak akan pernah habis. Padahal, kita tidak pernah tahu… bisa saja waktu itu berhenti kapan saja.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā padahal telah mengingatkan kita
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Setiap manusia memiliki ajal. Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat menunda maupun mempercepatnya.” (QS. Al-A‘raf: 34)
Hadirin sekalian
Coba kita renungkan sejenak. Ada orang-orang yang dulu bersama kita… Dulu mereka duduk bersama kita… Tertawa bersama kita… Makan bersama kita…
Namun hari ini… mereka telah tiada. Tahun lalu mereka masih ada… Tapi tahun ini, mereka hanya tinggal kenangan.
Maka selama waktu masih ada… Selama umur masih diberikan… Selama kesempatan masih terbuka… Gunakanlah untuk beribadah kepada Allah.
Jangan biarkan semangat Ramadhan berlalu begitu saja. Apa yang kita biasakan di bulan Ramadhan… Membaca Al-Qur’an… Shalat berjamaah… Bersedekah… Hendaknya terus kita jaga, terus kita istiqamahkan di bulan-bulan setelahnya.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Mari kita juga memberikan yang terbaik untuk keluarga kita. Pastikan harta yang kita cari adalah harta yang halal. Pastikan perbuatan kita menjadi teladan bagi mereka.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)
Jangan sampai kita hanya sibuk memikirkan dunia anak-anak kita… Kita bangga dengan kariernya… Kita bangga dengan pekerjaannya… Kita bangga dengan kesuksesannya… Namun kita lalai terhadap agamanya.
Coba sering-sering kita tanyakan :
Sudahkah anak kita menjaga shalatnya? Sudahkah anak kita menjaga puasanya? Sudah berapa kali mereka mengkhatamkan Al-Qur’annya selama bulan Ramadhan?
Coba perintahkan kepada anak-anak kita dengan perintah, “sholatlah Nak. sehebat apa pun kamu, kalau tidak shalat, kamu tidak berarti apa-apa.”
Begitu juga kita sebagai seorang anak… Selagi waktu masih ada, Mari kita menyayangi ayah dan ibu kita. Betapa beruntungnya seseorang yang masih memiliki kedua orang tua.
Ayah… adalah sosok yang tidak kenal lelah bekerja… Sering mengorbankan kesehatannya… Memendam sendiri beban hidupnya… Semua itu demi melihat anaknya: lebih sukses… lebih bahagia… lebih baik dari dirinya… Mungkin seorang ayah tidak pandai berkata-kata… Namun cintanya… sangat dalam.
Begitu juga dengan ibu kita… Cintanya… tidak akan pernah bisa terbalas. Saat kita dalam kandungan, ia membawa kita ke mana pun ia pergi… Saat melahirkan, ia mempertaruhkan nyawanya… Saat kita menangis, ia yang pertama bangun… Saat kita sakit, ia yang paling gelisah… Ia sering melupakan dirinya… demi kebahagiaan anaknya. Doanya… adalah doa yang paling tulus diantara manusia-manusia lain untuk kesuksesan kita.
Maka di momen Idul Fitri ini…Jangan ragu untuk merendahkan diri di hadapan orang tua. Pegang tangan mereka… Minta maaf dengan penuh ketulusan. Karena kita sering menyakiti hati mereka… dan Kita belum memenuhi harapan mereka…
Ingatlah… Ketika mereka telah tiada… Tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Maka selama mereka masih ada… Sayangilah mereka… bahagiakan mereka dan senangkan mereka. Dan jika mereka telah tiada… Jangan pernah lupa untuk mendoakan mereka. Karena salah satu amal yang tidak terputus adalah doa dari anaknya yang saleh.
Begitu juga hubungan dengan tetangga… Dengan saudara… Dengan kerabat… Seringkali rusak karena ucapan dan sikap kita .Mari kita saling memaafkan… Saling mengunjungi… Menyambung kembali silaturahmi yang sempat terputus.
Ma’asyirol Muslimin Rahimakullah …
Para sahabat Rasulullah ﷺ Setelah Ramadhan berlalu, mereka tidak merasa tenang, tetapi justru khawatir apakah amal ibadah mereka diterima oleh Allah ﷻ. Selama enam bulan setelah Ramadhan mereka berdoa agar amal yang mereka kerjakan di bulan Ramadhan diterima oleh Allah,
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَأَعْمَالَنَا فِي رَمَضَانَ
"Ya Allah, terimalah puasa dan amal ibadah kami di bulan Ramadhan."
dan enam bulan berikutnya berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan berikutnya."
Mereka memahami bahwa diterimanya amal adalah tanda cinta Allah kepada mereka. Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه bahkan sangat cemas, berharap mengetahui siapa yang amalnya diterima dan siapa yang tidak.
اللَّهُمَّ، لَيْتَ شِعْرِي مَنْ هُوَ السَّعِيدُ فَأُهَنِّئَهُ، وَمَنْ هُوَ الشَّقِيُّ فَأُعَزِّيهِ
"Seandainya aku mengetahui siapa yang amal ibadah puasanya diterima, agar aku dapat mengucapkan selamat kepadanya. Dan aku juga ingin mengetahui siapa yang amal ibadahnya ditolak, agar aku dapat menghiburnya."
Pelajaran pentingnya, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan. Setelahnya, kita harus terus bermuhasabah dan menjaga ibadah. Jangan menjadi “hamba Ramadhan” yang rajin hanya di bulan suci, tetapi lalai setelahnya.
كُنْ عَبْدًا رَبَّانِيًّا وَلَا تَكُنْ عَبْدًا رَمَضَانِيًّا
"Jadilah hamba Allah yang sejati, jangan menjadi hamba Ramadhan."
Sebaliknya, jadilah hamba Allah yang istiqamah, karena ibadah hingga akhir hayat, sebagaimana firman Allah:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu hingga datang kepadamu kematian." (QS. Al-Hijr: 99)
Mudah-mudahan kita benar-benar termasuk dalam golongan minal aidin wal faizin, yaitu orang-orang yang kembali kepada fitrah dan memperoleh kemenangan. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاَوتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ أَقوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.
اللهُ أَكْبَرُ (7) وَلِلّهِ الحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِه الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى. اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ نَاصِرًا وَمُعِينًا، وَحَافِظًا وَمُؤَيِّدًا. اللَّهُمَّ فَرِّجْ كُرُوبَهُمْ، وَنَفِّسْ هُمُومَهُمْ، وَارْفَعِ الظُّلْمَ عَنْهُمْ، وَارْزُقْهُمُ الصَّبْرَ وَالثَّبَاتَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا، وَصِيَامَنَا، وَقِيَامَنَا، وَقُعُودَنَا، وَرُكُوعَنَا، وَسُجُودَنَا، وَتَسْبِيحَنَا، وَتَهْلِيلَنَا، وَقِرَاءَتَنَا، وَتَخَشُّعَنَا، وَتَضَرُّعَنَا، وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا، يَا اللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, zakat kami, serta zikir dan tadarrus kami, ya Allah.
Ya Allah, jadikanlah puasa Ramadhan ini sebagai syafa’at dan penolong bagi kami kelak di akhirat. Berilah kami kemampuan untuk tetap taat dan bertakwa kepada-Mu setelah hari raya ini.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami. Panjangkan umur mereka dalam kebaikan. Jika mereka telah tiada, ampuni kesalahan mereka, dan jadikan kuburnya taman dari taman surga.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa anak-anak kami. Jadikanlah mereka anak-anak yang sholeh dan sholehah, yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi agama serta bangsanya.
Ya Allah, ampunilah dosa saudara-saudara kami, dosa kaum Muslimin dan Muslimat, Mu’minin dan Mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, ampunilah dosa pasangan hidup kami. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, yang saling memotivasi untuk beribadah kepada-Mu. Kabulkan doa dan hajat-hajat kami, berilah kami rezeki yang halal, serta kesehatan untuk ibadah kepada-Mu, ya Allah.
Ya Allah, jika malapetaka yang menimpa diri kami adalah akibat dari dosa dan maksiat kami, ampunilah kami. Ampunilah sebanyak apa pun dosa yang telah kami perbuat. Ampuni sekelam apa pun masa lalu kami, ampuni dari segala aib-aib yang kami sembunyikan. Ampuni pula kezaliman kami terhadap orang tua, anak-anak pasangan hidup dan saudara-saudara kami. Ampuni Jika ada yang tersakiti karena lisan atau perbuatan kami, Ampuni jika ada harta haram yang melekat pada tubuh kami, ya Allah.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi.” (QS. Ali ‘Imran : 8)
اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلاَ دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
“Ya Allah, janganlah Engkau sisakan bagi kami satu dosa pun kecuali Engkau ampuni, jangan Engkau biarkan satu kesedihan pun kecuali Engkau hilangkan, tidak pula satu utang kecuali Engkau lunasi, dan tidak pula satu kebutuhan dari kebutuhan dunia dan akhirat kecuali Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Ya Allah, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni serta merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 23)
Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk golongan orang yang merugi. Matikanlah kami dalam keadaan Islam dan iman kepada-Mu. Matikanlah kami dalam husnul khotimah, jangan matikan kami dalam keadaan su'ul khotimah. Masukkanlah kami ke dalam surga-Mu bersama orang-orang yang Engkau cintai, dan jangan masukkan kami ke dalam neraka-Mu, karena kami tidak akan mampu menahan azab-Mu yang sangat pedih.
يَا اللهُ بِهَا يَا اللهُ بِهَا يَا اللهُ بِحُسْن الخَاتِمَةِ
"Ya Allah, berikanlah kepada kami husnul khotimah."
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ و ادعوه يستجب لكم وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ. كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Komentar
Posting Komentar