CERAMAH MAULID 2025
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحَمْدُ لِلَّهِ الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا، وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ الله الَّذِي بَعَثَهُ بِالحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا، وَ دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَ سِرَاجًا مُنِيْرًا. اللهم صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا وَ مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَصحبِه وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
قال الله تعالى : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا وقال تعالى : وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ وَبَلَّغَ النَّبِيُ الكَرِيْمُ وَ نَحْنَ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَ الشَّاكِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ:حَضْرَةَ المُكَرَّمِيْنَ وَ المُحْتَرَمِيْن رحمكم الله
Yang kami hormati para alim ulama, tokoh masyarakat serta para hadirin yang dimuliakan Allah Swt.Yang kami muliakan para tamu–tamu Rasulullah, calon calon penghuni syurganya Allah Swt.
Dari hati yang paling dalam marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah swt., Allah yang maha pengasih yang kasihnya tak pilih kasih, Allah yang maha penyayang yang sayangnya tiada terbilang. Dimana pada detik ini masih menghamparkan nikmat kepada kita, Alhamdulillah. diantaranya nikmat Iman, Islam, ni’mat sehat walafiat, panjang umur, sehingga kita dapat hadir ditempat yang insya Allah pernuh dengan berkah ini.
Mudah-mudah kita semua yang hadir pada acara ini mendapatkan berkah, keluarga makin sakinah, anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, rizikinya melimpah ruah, mudah-mudahan kita bisa umroh ke baitullah mekkah, bisa ziarah kemakan Rasulullah di Madinah, mudah-mudah kita Istiqomah sampai akhir hayat dan mati husnul khotimah dan masuk surga tanpan hisab dengan mendapat syafaat dari baginda nabi besar Muhammad Saw. Amin Ya Robbal Alamin.
Dengan memperingati maulid Nabi besar Muhammad Saw ini mudah-mudahan dicatet sebagai tanda cinta kita kepada baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Dan kita tidak bosan-bosan memperingatinya, setiap kita memperingati semoga makin tambah cinta kita kepada Nabi Besar Muhammad Saw. Mengapa demikian, karena yang kita peringati adalah seorang pemimpin besar, pemimpin agama, pemimpin ummat seluruh dunia, yang dipilih dan diangkat langsung oleh Allah Swt, pemimpin dan sekaligus penutup para Nabi dan Rasul. Dia adalah seorang yang paling dekat dengan Allah, yang namanya diabadikan berdampingan dengan-Nya: Lailahaillah Muhammadurrosulullah dan dialah yang membawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana firman Allah Swt:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
‘tidaklah kamu mengutus engkau (wahai Muhammad) kecuali untuk memberi rahmat/ kasih sayang kepada seluruh alam.’
v MAANFAAT PERINGATAN MAULID
Dalam menghadiri acara seperti maulid Nabi Muhammad saw ini (isro mi’roj, nisfu syaban, nuzulul qur’an, muharroman, dll) sebaiknya kita tanamkan 4 niat didalam hati kita sebelum menghadiri acara ini:
1. SILATURAHIM
Siapa diantara kita yang ingin rizkinya dimudahan dan umurnya dipanjangkan oleh Allah?. Yang tidak jawab berarti tidak mau rizki? Kalau mau maka perbanyaklah silaturahmi.
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ أَوْ يُنْسَأَ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi),”
2. MENUNTUT ILMU
Abu Hurairah ini sepeninggal Nabi Muhammad, ia menjadi seorang pengajar, duduk mengajarkan kepada murid-muridnya tentang hadits yang ia peroleh langsung dari Nabi Muhammad Saw, makanya ia merupakan shahabat yang paling banyak meriwatkan hadits. Ia mengatakan kepada murid-muridnya:
جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِي مَجْلِسِ العِلْمِ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ رَكَعَة
Duduknya kalian satu jam atau sebentar saja di majlis ilmu itu lebih baik daripada sholat 1000 rokaat.Sekarang saya tanya, kira-kira bapak ibu sudah pernah belum sholat dalam satu waktu 1000 rokaat?.Boro boro... sholat tawawih aja milih masjid. Mana nih masjid yang paling cepet selesainya.
3. SYIAR ISLAM DAN MENGHIDUPKAN SUNNAH RASUL
Jika kita niatkan untuk syiar Islam dan menghidupkan sunnah Rasul maka bapak/ibu akan mendapatkan pahala yang besar disisi Allah Swt, sebagaiman sabda Rasululullah Saw:
مَنْ اَحْيَا سُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ اُمَّتِي فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيْد
Barangsiapa menghidupkan sunnah sunnahku pada saat rusaknya ummatku maka baginya pahala orang yang mati syahid. (misykatul mashobih: 176)
Ini bukan bidah. Tapi ulama – ulama dulu itu sangat kreatif bagaimana cara mengumpulkan jama’ah dalam satu tempat. Ditempat itulah mereka bisa memberikan mauizah hasanah kepada ummatnya. Maka dibuatlah maulid, isro mi’roj, dll.
Untuk manggil orang shalat pakai bedug. Bedugnya tanda azan. kentongan tanda qomat. Ini cara waalisongo berdakwah di Indonesia.
4. CINTA KEPADA RASULULLAH SAW
Ada suatu kisah. Saat itu nabi didatangi oleh seorang shahabat. Lalu tiba tiba ia bertanya: “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah Saw?” Rasulullah Saw bertanya kembali, “memang apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari kiamat tersebut?” orang tersebuta berkata: “cinta Allah dan cinta rasulnya” kata Nabi: “(kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang dicintainya.”
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَ
Kalau kamu cinta kepada Allah, cinta kepada Nabi, maka insya Allah kamu nanti di hari kiamat, di padang mahsyar, akan bersama Nabi Muhamamad Saw.
Kalau yang kita cintai, kita idolai adalah Nabi, maka nanti dipadang mahsyar kita akan dibangkitkan bersama Nabi. Tapi kalau yang diidolai artis dangdut, maka kita dibangkitkan sedang joget bersama jupe dan ayu tingting. Naudzubillahi miz dzalik. Kalau yang diidolai adalah pemimpin kafir, maka mereka akan dibangkitkaan bersama mereka dan mintalah syafaat kemereka. Naudzubillahi min dzalik.
v 4 TANDA CINTA KITA KEPADA NABI MUHAMMAD SAW:
1. TANDA CINTA YANG PERTAMA ADALAH SELALU MENYEBUT NAMA NABI MUHAMMAD SAW
إِذَا اَحَبَّ النَّاسَ فَلْيُكْثِرْ مِنْ ذِكْرِهِ
“Jika seorang cinta kepada seorang maka ia akan sering menyebutnya”
Jika seseorang mencintai (Rasulullah Swt), maka perbanyaklah menyebutnya (bershawalat)."
Maka kalau kita cinta kepada Nabi, perbanyaklah membaca shalawat. Kalau kita membaca istigfar mungkin kita hanya mendapatkan ampunan saja dari Allah, tapi kalau baca shalawat, ada tiga keuntungan untuk kita:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرا صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيْئَاتٍ وَ رُفِعَتْ لَهُ عَشْر ُدَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang beshalawat kepadaku sekali, (yang pertama) maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, (yang kedua) akan di hapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, dan (dan yang ketiga) akan ditinggikan baginya sepuluh derajat”
Pernah ada cerita shahabat yang bernama ka’ab bin malik bertanya kepada Rasulullah Saw:
يا رسول الله إني أكثر الصلاة عليك فما أجعل لك من صلاتي ؟ قال : ما شئت قلت : الربع ؟ قال : ما شئت وإن زدت فهو خير . قلت : النصف ؟ قال : ما شئت وإن زدت فهو خير لك . قلت : الثلثين ؟ قال : ما شئت وإن زدت فهو خير . قلت : أجعل لك صلاتي كلها قال : إذا يكفي همك ويغفر ذنبك
Ka’ab bin Malik berkata: “Saya berkata; wahai Rasulullah, sungguh saya telah memperbanyak baca shalawat kepadamu, lalu seberapa banyak saya jadikan shalawat saya kepadamu di dalam doa saya ?, beliau menjawab: “Terserah kamu”, ia berkata: “seperempat ?”, beliau menjawab: “Silahkan saja, dan jika kamu tambah maka akan lebih baik”. Saya berkata: “setengahnya ?”, beliau menjawab: “Silahkan saja, dan jika kamu tambah maka akan lebih baik bagimu”. Saya berkata: “Dua pertiga ?”. beliau menjawab: “Silahkan saja, dan jika kamu tambah maka akan lebih baik”. Saya berkata: “Akan saya tujukan shalawatku kepadamu pada semua waktu”. Beliau menjawab: “Kalau begitu, maka akan dicukupkan semua keinginanmu, dan dosamu akan diampuni”.
Terkabulnya do’a jika didahului dengan shalawat atas Rasulullah Saw sebagaimana hadits:
كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى الَّنَبِىّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
Setiap do’a masih terhalang hingga diucapkan shalawat kepada Nabi Saw
Shalawat dari Allah berarti Allah memberi rahmat, kalau dari malaikat berarti malaikat memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat.
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ ثُمَّ تَفَرَّقُوا مِن غير ذكر الله وصلاة على النبي صلى الله عليه و سلم إلا قاموا عَنْ أَنْتن من جيفة
Ketika sekelompok orang berkumpul lalu berpisah (bubar) tanpa berzikir kepada Allah dan shalawat untuk Nabi Saw mereka berdiri dalam kondisi berbau busuknya bangkai. (HR. Abu Dawud)
Memangnya shalawat dan salam yang kita ucapkan kepada Nabi, akan sampai kepada Nabi?
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م مِنْ فَضْلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيْه خُلِقَ أَدَمُ وَ فِيْهِ قُبِضَ وَ فِيْهِ النُّفْخَةُ وَ فِيْهِ الصَّعْقَةُ فَأّكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ قَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ كَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ صَلَاتَنَا وَ قَدْ أُرِمْتَ ؟ فَقَالَ إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَىَّ الأَرْضَ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ (متفق عليه)
Rasulullah Saw bersabda: “Harimu yang paling utama adalah hari jum’at. Pada hari itulah Adam diciptakan dan pada hari itu pula dicabut rohnya serta pada saat itu pula ditiupkan sangsakala dan dimatikan semua manusia. Karena itu perbanyaklah shalawat atasku dan bacaan (shalawat) itu akan dibacakan kepadaku. Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana cara shalawat itu disampaikan kepadamu padahal pada saat itu jasadmu telah hancur luluh. Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Azza wajalla telah melarang bumi memakan jasad para Nabi.” (Muttafaqun Alaih)
2. TANDA CINTA YANG KEDUA ADALAH MENGIKUTI SEGALA YANG DILAKUKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW
مَنْ أَحَبَّ شَخْصًا قَلَّدَهُ
Dalam maqolah dikatakan: “Barangsiapa mencintai seseorang maka ia akan menirunya atau mengikutinya”
Maqolah ini menjelaskan bahwa seseorang yang mencintai atau mengagumi orang lain, baik karena kepribadian atau sikap, cenderung untuk meniru perilaku, tindakan, atau kebiasaan orang yang dikagumi tersebut. Ini mencerminkan sifat alami manusia yang sering kali meniru orang-orang yang mereka sukai atau kagumi sebagai bentuk penghormatan atau keinginan untuk menjadi seperti mereka.
v NABI YANG KAYA RAYA
Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Robiul Awal. Memang Nabi di lahirkan dalam keadaan yatim dan dalam keadaan miskin, begitu juga ketika meninggal dunia, nabi meninggal dalam keadaan miskin, karena nabi tidak meninggalkan apapun kecuali 7 dirham saja. Seluruh hartanya termasuk baju perangnya sudah diserahkan seluruhnya untuk kepentingan kaum muslimin.
Tetapi walaupun demikian, bukan berarti masa remaja dan masa mudanya beliau dilalui dengan kemiskinan. Bahkan sebaliknya, nabi Muhammad Saw ketika remaja dan masa mudanya, beliau adalah orang yang sangat produktif dan orang yang sangat kaya.
Nabi Muhammad Saw merintis karirnya sebagi pengembala ternak pada umur 8 tahun. pekerjaan mengembala ternak ini ternyata memberikan pelajaran yang berarti kepada Nabi Muhammad tentang manajemen yang baik, dan seorang anak kecil dilatih untuk bertanggung jawab dan dipupuk jiwa kepemimpinannya. Diantaranya, biasanya para pengembala harus mampu mengarahkan ternaknya kepadang gembalaan yang subur. Disamping itu, pengembala juga harus mengendalikan hewan ternaknya agar tidak tersesat, dan pengembala juga harus melindungi ternaknya dari gangguan binatang buas ataupun pencuri. Pengembala juga mempunyai banyak waktu untuk perenungan berbagai hal, misalnya tentang masyarakat disekitarnya, tentang alam dan tentang Tuhannya.
Pada umur 12 tahun, nabi mulai merintis karirnya di perdagangan. Saat itu nabi menjadi karyawannya abu thalib. Untuk menyertai pamannya berdagang ke Negara syiria dan Jordan. Selama menjadi karyawan beliau sangat menekuni usaha itu dengan baik dan jujur, sehingga ketika berumur 16 tahun beliau sudah beberapa kali keliling jazirah arab sehingga memiliki banyak relasi, baik di Mekkah maupun diluar Mekkah.
Kemudian ketika berumur 17 tahun, Nabi Muhammad memulai usahanya sendiri, sehingga ia bukan lagi menjadi karyawan biasa, tetapi saat itu, ia menjadi manager, ia menjadi manager perdagangannya Khadijah. Ia mengambil dagangan dari seeorang janda kaya di Mekkah saat itu yang bernama Khadijah, lalu ia menjualnya. Wilayah perdagangannya meliputi Yaman, Syiria, Basrah, Irak, Jerash di Jordania, Bahrain dan kota kota lainnya. Dengan demikian di usia muda, nabi telah berkeliling dunia, nabi telah menjadi pedagang regional, karena perdagangannya meliputi hampir seluruh jazirah Arab.
Pada umur 25 tahun, Nabi sudah sangat mapan. karena kejujurannya dan usaha yang selalu meningkat membuat Khadijah tertarik. Sehingga pada usia itu, nabi menikah dengan Khadiah. Dan nabi memberi mahar beberapa ekor onta untuk Khadijah. Ketika menikah dengan Khadijah, nabi bukan lagi menjadi karyawan, dan bukan lagi menjadi manager, tetapi sudah menjadi pemimpin perusahaan. Ia dan Khadijah menangani segala yang ia rintis dari remaja bersama Khadijah. Sehingga usahanya semakin meningkat dan meningkat. Bukan karena kerja kerasnya saja tetapi karena kejujurannya.
Pada masa muda, nabi sudah menyandang predikat al-amin yang berarti jujur, amanah dan bertanggung jawab, predikat ini bukan dari dirinya sendiri dan bukan dari Allah swt sebagai wahyu, tetapi predikat ini datang dari masyarakat sekitarnya.
Saat itu, jika seseorang ingin menitipkan uang ataupun barang maka yang dicari adalah Muhammad Saw. Makanya ketika terjadi konflik di Mekkah yang melibatkan beberapa Qabilah tentang siapa yang paling berhak meletakkan hajar aswad ketempat semula, Muhammadlah yang menyelesaikan konflik itu. Karena ia sangat jujur dan sangat adil. Dan Nabi sudah sangat dikenal oleh masyarakatnya sebelum ia diangkat menjadi utusan Allah.
Menjelang umur 40 tahun, nabi memulai karirnya dengan menjadi investor. Bukan ia lagi yang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi uang yang bekerja untuk dirinya. Pada saat itu, nabi sudah mencapai apa yang diistilahi oleh para ekonom dengan ‘kebebasan waktu dan uang’. Ia sudah cukup banyak memiliki karyawan untuk mendagangkan usahanya. Sehingga ia mulai memiliki banyak waktu untuk memikirkan kondisi dirinya dan masyarakatnya. Beliau mulai sering menyendiri (uzlah) di gua hira, merenungi dirinya, siapa Tuhannya, dan merenungi masalah akhlaq dan sosial yang ada pada masyarakatnya,. Hal ini terus ia lakukan sampai ia mendapatkan wahyu yang pertama. Sejak itulah beliau memulai periode baru dalam hidupnya sebagai seorang utusan Allah.
v NABI SEBAGAI USWATUN HASANAH (SURI TAULADAN)
Di dalam al-Qur'an hanya dua Nabi yang menggunakan kata "uswatun hasanah". Yaitu Nabi Muhammad Saw dan Nabi Ibrohim AS. Allah Swt berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”. (QS. 33:21)
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia”.
Kenapa hanya dua Nabi saja yang menggunakan 'uswatun hasanah'?. karena yang kedua nabi ini, bukan hanya dirinya saja yang patut di tauladani dan di contoh, tetapi keluarganya, anak dan istrinya juga patut di contohi.
Nabi Ibrahim punya dua anak yang bernama Ismail dan Ishaq. Istrinya Saroh dan Hajar dibina dengan baik dan menjadi wanita yang shalihah. Kedua orang putranya menjadi Nabi dan Rasul. Ismail menjadi contoh kesolehan dan ketaatan kepada Allah dan orang tua dengan rela mengorbankan dirinya demi mematuhi perintah Allah Swt dalam peristiwa udhiyah yang sekarang di kenang dengan lemparan jumroh di Mina.
Begitu juga dengan Nabi Muhammad Saw, ia mempunyai istri yang merupakan ummahatul Mu'minin dan anaknya Fatimah yang melahirkan cucu-cucu yang sholeh dan sholehah.
Berbeda dengan nabi yang lain, misalnya Nabi Adam yang mempunyai anak bernama Qabil, ia membunuh saudaranya yang bernama Habil. Nabi Nuh memiliki anak yang bernama Kan'an yang durhaka dan tidak mau mengikuti ajaran bapaknya, sehingga mati ditenggelamkan oleh Allah Swt. Nabi Luth, istrinya durhaka, penganut homoseksual dan mati di adzab oleh Allah Swt.
Nabi kita, Nabi Muhammad Saw merupakan teladan bagi ummatnya. Beliau disamping pemimpin militer, seorang pengusaha, seorang guru, beliau juga merupakan pemimpin keluarga yang harmonis. Beliau adalah seorang ayah yang baik pada anak-anaknya dan seorang suami yang baik pada istri-istrinya.
3. BUKTI CINTA KEPADA NABI YANG KETIGA ADALAH DENGAN MENJAGA WARISANNYA. APA ITU WARISANNYA?
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنَ لَنْ تَضِلُّ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ
“ Aku meninggalkan untuk kalian dua perkara dan kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh pada keduanya yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnah Nabi (hadits).
Bagaimana caranya, yaitu dengan menjalankan perinta-perintahnya, perintah Allah dan Rasulnya dan tentu kita tidak akan bisa memahami al-Quran dan Hadits kecuali dengan mengaji dan menuntut ilmu.
SAYYIDINA Ali membagi manusia dalam menuntut ilmu itu menjadi 3 macam. Pertama, seperti budak (عبد). Kedua, seperti pedagang (تاجر). Ketiga, seperti pecinta (محب).
Pertama, penuntut ilmu seperti budak. Dia belajar menunggu disuruh ustadz dan orang tua. Belajar karena takut di hukum.
Kedua, penuntut ilmu seperti pedagang. Belajar kalau ada perlombaan, hadiah, syahadah, dan keuntungan dunia-dunia lainnya. Semangat belajar seperti ini sangat sementara.
Ketiga, penuntut ilmu seperti pecinta. Orang yang sudah mengetahui kemuliaan ilmu dan penuntutnya. Mengetahui manisnya ilmu dan pahitnya kebodohan. Orang yang berbahagia atas karunia akal yang diberikan oleh Allah.
# WAKTU YANG PANJANG
اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ
“Tuntutlah ilmu mulai dari ayunan hingga liang lahat.”
التَّعَلُّمُ فِى الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ
Menuntun ilmu di waktu kecil bagai mengukir di atas batu
التَّعَلُّمُ فِى الكِبَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى المَاءِ
Menuntun ilmu di waktu tua bagai mengukir di atas air
Para sahabat masuk Islam sudah pada tua tua tapi mereka banyak yang menjadi hafiz quran.
DOA
Ya Allah, ya tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami. Ya Allah ampunilah dosa guru-guru kami, berilah kami ilmu yang barokah dan manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah, ampuni dosa pasangan hidup kami, bimbinglah keluarga kami sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, keluarga yang saling memotivasi untuk terus meningkatkan ibadah kepada Allah Swt. Ya Allah. ampuni dosa anak-anak kami, bimbing mereka dengan hidayah-Mu agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah, anak yang berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya, anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, anak yang berguna bagi masyarakat, agama dan bangsanya. Ya Allah, ampuni dosa kaum muslimin dan muslimat baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Ya Allah, Kami memang telah mendhalimi diri kami dengan banyaknya dosa yang telah kami perbuat, dan jika hari ini engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami maka kami menjadi orang yang merugi. Ya Allah jangan jadikan kami termasuk orang yang merugi.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
Ya Allah, Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.
اَللّهُمَّ اِنَّانَسْأَ لُكَ زِيَادَةً فِى الدِّ يْنِ، وَبَرَكَةً فِى الـْعُمُرِ وَصِحَّةً فِى الـْجَسَدِ وَسِعَةً فِى الرِّ زْقِ وَتَوْبَةً قَـبْلَ الـْمَوْتِ وَشَهَادَةًعِنْدَالـْمَوْتِ وَمَغْـفِرَةً بَعْدَالـْمَوْتِ وَعَفْوًا عِنْدَ الـْحِسَابِ وَاَمَانًامِنَ الـْعَذَابِ وَنَصِيـْبًامِنَ الـْجَنَّةِ وَارْزُقْـنَا النـَّظَرَاِلى وَجْهِكَ الـْكَرِيْمِ.
Ya Allah kami memohon kepada-Mu bertambahnya terus keimanan kami dalam beragama, mendapatkan umur yang berkah, badan yang sehat, riziki yang luas, dapat bertaubat sebelum meninggal dunia, dapat bersyahadat sketika datang kematian, dan memdapatkan ampunan setelah kematian, dan mendapatkan pemaafan saat dihisab dan aman terbebas dari azb neraka dan mendapatkan bagian di surga dan berilah kami karuniamu agar bisa memandang Dzat-Mu yang Mulia di surga Nanti.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِناَّ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ, وَ تُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و سلم و الحمد لله رب العالمين
Komentar
Posting Komentar